RENCANA PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA PERAHU BATU DI DESA SANGLIAT DOL KECAMATAN WERTAMRIAN


Bupati Maluku Tenggara Barat Petrus Fatlolon didampingi Ibu Joice Fatlolon/Pentury dan sejumlah pimpinan SKPD ketika melakukan kunjangan ke desa Sangliot Dol Kecamatan Wertamrian pada Minggu, 13 Januari 2019 mengatakan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata agar segera menganggarkan dana terhadap pengembangan wisata budaya perahu batu yang berada di Desa Sangliot Dol.

Saumlaki, Wisata Budaya Perahu Batu, merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di daratan kepulauan Tanimbar yang sudah terkenal sampai ke mancanegara sejak lama. Bahkan sejak era tahun 90-an banyak wisatawan mancanegara datang langsung ke obyek wisata tersebut untuk mempelajari situs sejarah perahu batu.

Bupati Maluku Tenggara Barat Petrus Fatlolon didampingi Ibu Joice Fatlolon/Pentury dan sejumlah pimpinan SKPD ketika melakukan kunjangan ke desa Sangliot Dol Kecamatan Wertamrian pada Minggu, 13 Januari 2019 mengatakan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata agar segera menganggarkan dana terhadap pengembangan wisata budaya perahu batu yang berada di Desa Sangliot Dol.

“saya mengarahkan kepala Bappeda untuk menganggarkan dengan baik dana pengembangan wisata ini, dengan melibatkan pakar dan ahli di bidang sejarah,” tegas Bupati Fatlolon. Asisten II Setda Maluku Tenggara Barat yang membidangi Ekonomi, Pembangunan dan Kemasyarakatan juga ditunjuk langsung oleh Bupati untuk mengkoordinir proses penganggaran terhadap pengembangan situs sejarah budaya perahu batu.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggar Barat (MTB), Ir. Mynrik Batlolona, MT ketika dikonfirmasi terkait rencana pengembangan wisata budaya perahu batu mengatakan, Dinas Pariwisata sebagai dinas teknis telah memiliki master plan tentang rencana pengembangan wisata budaya perahu batu dan akan dilakukan pembangunan secara bertahap.

“Sejak tahun 2016, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), kami telah membangun beberapa fasilitas penunjang di samping areal perahu batu, seperti pagar untuk sedikit membatasi aktifitas masyarakat maupun yang lain agar tidak banyak mengganggu kondisi di areal sekitar perahu batu,” jelas Batlolona di kediamannya Kompelks Perum Panca Jaya Saumlaki Kecamatan Tanimbar Selatan, Selasa (15/1/2019).

Selain pagar, juga telah dipasang paving blok untuk menjaga rembesan dan sirkulasi air sehingga tidak tergerus. Semuanya itu dibangun secara bertahap sesuai master plan yang sudah tersedia. Dan tahapan-tahapan selanjutnya yang masih harus dibangun berdasarkan design adalah rest area menuju destinasi, penambahan rumah-rumah atau gasebo, penambahan pemasangan paving blok, bahkan sampai pada penataan area tangga batu sudah ada dalam perencanaan tetapi sesungguhnya butuh waktu dan anggaran untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan tersebut.

Batlolona mengharapakan semua pihak mesti dilibatkan dalam perencanaan pembangunan kepariwisataan sehingga ada sinkronisasi program, kesepakatan dan komitmen pemerintah daerah dalam membangun obyek-obyek wisata tersebut, karena dampak dari pengelolaan pariwisata itu sendiri dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. “kita melihat kebijakan bapak bupati beberapa tahun terakhir untuk mengembangkan pariwisata, perlu ditunjang secara kolektif, sehingga cepat selesai dan beraktifitas dan masyarakat juga mendapat dampak ekonominya,” pungkas Batlolona.


Share post ini: