dr. Juliana : Membasmi Nyamuk Penyebar Malaria dan DB Adalah Tanggungjawab Bersama


”Terbukti setelah profesor dan timnya kembali ada kasus yang mulai meletup, artinya ada orang yang sudah dapat penyakit ini diluar, dia datang dan penyakit itu berkembang dalam tubuh dan dipindahkan oleh nyamuk”

Saumlaki,  Salah satu tekad Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar saat ini adalah menurunkan angka Annual Parasite Incidence (API) hingga mencapai Pre Eliminasi dengan gencar melakukan sosialisasi pemberantasan nyamuk Anopheles penyebab Penyakit Malaria.

”tadinya Angka API kita ada di kisaran 22/1000, namun saat ini turun hingga di bawah 1/1000, kita mau masuk ke pra eliminasi, karena kita sudah berjuang untuk pemberantasan penyakit malaria lewat pemusnahan sektor, mulai dari  jentik nyamuk sampai nyamuk dewasa” ujar Kepala Dinas Kesehatan  dr. Juliana Ratuanak di ruang kerjanya (20/2).

Dikatakan, disamping penyakit malaria, pihak Dinas Kesehatan dari tahun ke tahun juga terus berupaya mendorong masyarakat untuk mewaspadai demam berdarah.

”Per-bulan November 2018, kita sudah umumkan lewat surat ke setiap puskesmas, desa dan rumah-rumah ibadat untuk waspada kejadian demam berdarah” ungkap dr. Juliana.

Menurutnya, berdasarkan penelitian Profesor Supratman sebelumnya, nyamuk Aedes Aegypti cukup banyak menempati 80% dari populasi nyamuk yang ada di kota Saumlaki, sehingga kemungkinan penularan untuk penyakit demam berdarah sangat tinggi alias 80% dibandingkan 20% penyakit malaria yang bisa dipindahkan oleh nyamuk.

”Terbukti setelah profesor dan timnya kembali ada kasus yang mulai meletup, artinya ada orang yang sudah dapat penyakit ini di luar, dia datang dan penyakit itu berkembang dalam tubuh dan dipindahkan oleh nyamuk,” lanjutnya.

Bagaimana menghindari diri dari serangan Malaria, pihak dinas Kesehatan terus melakukan tindakan pemberantas serta menghimbau  masyarakat agar selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya.

”Nah, selain pencegahan waspada dengan melakukan 3M+, menabur, mengubur dan membersihkan. Kita berharap mereka tabur bubuk nabati dari puskesmas untuk membasmi jentik-jentik nyamuk. menguras bak, harus disikat, jangan kuras airnya saja, sebab telurnya akan menempel  di dinding bak air. Sistem berantas nyamuk bukan nyamuk biasa saja melainkan dari telur sehingga kita mematahkan mata rantainya, orang yang sakit kita obati,” ungkapnya.

Menurutnya, membasmi nyamuk Malaria adalah tanggungjawab  semua pihak dan bukan Dinas Kesehatan semata.

Untuk penyakit malaria dan demam berdarah sebenarnya gampang, persoalan ada pada diri dan keluarga, mau tidak beternak nyamuk di rumah. Supaya kita terhindar dari penyakit demam berdarah sebaiknya lakukan 3M+, menguras dan menyikat dinding bak mandi atau wadah air, mengubur dan menimbun, lakukan secara rutin setiap minggu” himbaunya

Diharapkan hingga di tahun 2025 mendatang, secara nasional dan terlebih khusus di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, masyarakat sudah menjadi hidup sehat dan bebas dari serangan Malaria dan Demam Berdarah (DBD)

©diskominfo-mtb


Share post ini: