Bupati Kepulauan Tanimbar : “Blok Masela merupakan Anugerah Tuhan untuk Tanimbar”


Bupati Kepulauan Tanimbar - Petrus Fatlolon : ”bahwa sesunggunya Blok Masela itu merupakan Anugerah Tuhan sehingga patut kita syukuri karena akan membawa dampak yang besar bagi kesejahteraan masyarakat serta kemajuan pembangunan di Kabupaten Kepualaun Tanimbar,”

Ambon, Kabupaten Kepulauan Tanimbar adalah Kabupaten yang berada di kawasan Timur wilayah perbatasan negara tetangga Australia dengan potensi sumber kekayaan alam yang melimpah baik di daratan dan di lautan. Potensi sumber kekayaan alam seperti Minyak dan Gas (Blok Masela)  mendapat perhatian  Pemerintah untuk dieksplorasi melalui kerjasama dengan  PT. Inpex Coorperation.

Berdasarkan Hukum dan Peraturan Pemerintah, Perusahaan Raksasa asal negara Jepang itu telah mendapat persetujuan Pemerintah Pusat untuk  mengelola secara bertahap dilokasi yang berjarak hanya 183 km dari Saumlaki pusat ibukota Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

”bahwa sesunggunya Blok Masela itu merupakan  Anugerah Tuhan sehingga patut kita syukuri karena akan membawa dampak yang besar bagi  kesejahteraan masyarakat serta kemajuan pembangunan di Kabupaten Kepualaun Tanimbar,” jelas Bupati Petrus Fatlolon, SH.MH dalam dialog khusus TVRI Maluku Jumat (30/8/2019) dengan topik Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyambut Blok Masela.

Dikatakan, dalam rangka persiapan  Blok Masela di Saumlaki maka Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar  telah melakukan persiapan dengan berbagai langka dan koordinasi yang ditempuh.

“Di Bidang Sumber Daya Manusia, hingga di tahun 2019 Pemerintah Daerah terus mengirim lulusan SMA/SMK  sebanyak 90 siswa untuk mengikuti pendidikan Politeknik Energi Dan Akademi Minyak dan Gas (PEM-Akamigas) di Cepu, untuk ditempa dengan pendidikan khusus dalam menjawab pengoperasian Blok Masela nanti, ” jelas Bupati Fatlolon.

Selain di bidang Sumber Daya Manusia, Pemerintah Daerah juga menyiapkan lahan untuk pembangunan Kilang Minyak dan Gas antara lain: Pemerintah Daerah bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) RI dan Satuan Kerja Khusus pelaksana kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah melakukan digitasi dan Pemetaan Lahan sesuai permintaan operator Blok Masela. Hal ini menindaklanjuti revisi PoD yang telah disetujui  Pemerintah Republik Indonesia dengan total biaya pengembangan lapangan mencapai USD 18,5 miliar - USS 19,8 miliar, akan menyerap ribuan tenaga kerja baik saat konstruksi maupun onstream.

”saat ini Inpex telah melakukan tahapan selanjutnya, dan AMDAL sudah jalan dan kami telah menerima surat dari  SKK MIGAS terkait penyediaan  tentang fasilitas lahan,” lanjut Bupati.

Dialog Khusus yang berlangsung satu jam  itu dipandu Andre Teftutul selaku presenter TVRI Maluku, dengan harapan masyarkat kabupaten Kepulauan Tanimbar tetap antusias menyambut pelaksanan dan pengoperasian Blok Masela.   

 


Share post ini: