8 Kapal Perintis masih melayani penumpang Sesuai trayek yang telah ditetapkan dengan pangkalan Saumlaki


Kepala Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan Kelas II Saumlaki, Jusuf Heljanan, ST mengatakan, ada 8 Kapal perintis yang sejak Januari 2019 masih tetap melayani para penumpang Masyarakat dengan pangkalan Saumlaki.

Saumlaki, Kepala Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan Kelas II Saumlaki, Jusuf Heljanan, ST mengatakan, ada 8 Kapal perintis yang sejak Januari 2019 masih tetap melayani para penumpang Masyarakat dengan pangkalan Saumlaki.

“Tahun anggaran 2019 Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan Kelas II Saumlaki, sebagai pangkalan perintis ada 8 trayek tetapi yang sementara jalan ada 7 trayek yaitu  2 merupakan penugasan, tetapi PT Pelni belum mendapat kapal yang baru jadi untuk sementara 2 dari  PT Pelni dan 5 dari pihak swasta, pihak swasta pangkalannya di Surabaya tetapi kapalnya selalu Standby dan selalu ada kapal pengganti, jadi seperti yang kita jalan selama setengah semester dari Januari sampai Juli sudah ada kapal pengganti. ”Kata  Heljanan di Saumlaki belum lama ini.

Dikatakan, Jumlah 8 kapal perintis sesuai data kapal perintis tahun anggaran 2019 diantaranya, KM.Sabuk Nusantara di gantikan dengan kapal KM.Irama, KM. Sabuk Nusantara 72, KM. Sabuk Nusantara 104, KM. Sabuk Nusantara 41 di ganti dengan KM Sinpo16, KM.Sabuk 76, KM. Ma No 2 diganti KM.Inti Persada dan KM. Pesona,Lintas Bahari Indonesia di ganti KM Tarex 2, KM.Papua Lima diganti KM. Asia Permai.

Menjawab pertanyaan tentang harga tiket yang sering dikeluhkan masyarakat dia mengatakan, berdasarkan peraturan menteri rata-rata dapat dijangkau oleh masyarakat penumpang.

“kita mau bilang mahal atau murah juga tetapi dapat terjangkau oleh masyarakat, seperti fenomena yang terbaru seperti sabuk 72 jadi andalan dan pangkalannya di Saumlaki R-60 yang jaraknya Saumlaki larat molu cukup signifikan dilihat dari wilayah kerja saya seperti Molu Maru dan Larat mereka beranggapan bahwa penumpang yang ikut kapal termasuk puas dalam hal ini kapalnya baru dan tiketnya dapat terjangkau, untuk tiket Larat-Ambon sekitar 53 ribu tidak murah dan tidak mahal dan dapat terjangkau.”jelasnya

Mengenai sistem penjualan E-Tiket dia mengatakan, Terkait  E-Tiket sebenarnya sudah berlaku di kapal–kapal perintis, tetapi rata–rata tergantung dengan sinyal internet sehingga agak terganggu tetapi di saumlaki e-tiketnya berlaku di pos pangkalan sebelumnya sudah berlaku baik di kapal maupun operator sendiri yang menjual E-Tiket.

“selain kapal yang dimiliki oleh PT Pelni seprti Leuser, Sirimau, Pangrango sudah semakin ketat mulai dari 1 Agustus 2019 sudah diberlakukan one seat one ticket berarti satu tempat tidur satu tiket dan sudah dipromosikan oleh pemerintah pusat maupun cabang berupa spanduk maupun informasi elektronika. “tandasnya.


Share post ini: